Monday, March 2, 2015

Panca Lembaran Baru

Brrrmm... Brrrmm... “Tiga, dua, satu!”

Kopling mulai dilepas, gas ditarik, beberapa diantaranya melakukan standing. Motor-motor melesat cepat, melintasi jalanan yang telah ditentukan treknya, menerobos celah antara mobil-mobil yang ikut melintas pada malam itu.

Difa dan teman-temannya melaju dengan cepat, melewati kendaraan besar seakan tak takut mati. Sepuluh menit mereka menantang maut, beraksi diatas jalanan dengan 600cc, hingga akhirnya berhenti di tempat awal mereka ‘start.’

“Gimana bro?” Bertanya pemilik CBR itu.

Difa membalas, “Mantap, jadi berapa?”

Saturday, January 31, 2015

Menulis untuk Indonesia

“Untuk apa sih menulis?” Itu merupakan pertanyaan yang seharusnya tidak lagi kita tanyakan. Kita seharusnya telah mengetahui manfaatnya dari itu. Kita dapat melihat manfaatnya secara jelas karena memang telah nyata betapa pentingnya membaca dan menulis tersebut. Dengan kedua hal tersebut kita dapat melihat hasil yang nyata.
 
Kita harus bangga, Indonesia sudah melahirkan penulis-penulis hebat dari angkatan 45 hingga sekarang. Dan karya-karyanya pun sungguh hebat. Namun tetap saja, Indonesia masih dalam status kekurangan penulis dan buku. Faktanya, dari 260 juta penduduk,

Friday, December 19, 2014

Khaataman Nabiyyiin Terluruskan

Masih banyak orang kurang tepat dalam memahami Khaataman Nabiyyiin. Jika pemahaman ini terus diyakini, maka dunia ini akan seperti sebuah barang rusak yang tidak akan digunakan lagi oleh pemiliknya. Karena jika itu yang terjadi, berarti Allah tidak lagi memberikan perhatian-Nya kepada manusia; dan diutusnya nabi Muhammad s.a.w. menjadi percuma, dikarenakan tidak ada komunikasi antara Allah dan hamba-Nya.

Empat belas abad kurang manusia terjebak dalam pemahaman Khaataman Nabiyyiin yang kurang tepat. Mereka menganggap bahwa saat ini tidak akan ada lagi seorang nabi, nabi apapun itu. Nabi Muhammad telah wafat, pintu kenabian tertutup. Begitukah Allah membiarkan hamba-Nya tersesat? Mengapa? Karena orang-orang memahami Khaataman Nabiyyiin sebagai penutup para nabi.

Friday, May 30, 2014

Puisi "Obat Kebingungan"

Kebingungan itu datang
Dengan tiba-tiba tanpa diundang
Dia membuatnya galau
tak ada gairah hidup
Namun saat obat itu datang
Hiduppun terasa bangkit kembali

[Aswadi Setiawan]

Sunday, May 4, 2014

Puisi "Ibuku Yang Jauh di Pekanbaru"

Ibu...
Ibu...
Ibu...
Ibu...

Oh Ibuku...
Wahai Ibuku yang jauh di Pekanbaru
Aku merindukan wajahmu yang bersinar itu...
Oh Ibundaku...
Andai kita selalu dekat

Oh Ibuku...
Ibu yang telah melahirkanku
Meskipun dengan melewati jendela...
Aku selalu bangga padamu...

Oh Ibuku...
Andai kita selalu dekat
Tapi...
Walaupun laut memisahkan kita...
Do'a kita kan selalu menyatu...

[Muhammad Sulaiman Feroz]

Puisi "Presidenku"

Presidenku...
Presiden yang dulu berjanji...
Berjanji untuk maju...
Maju memenuhi janji

Namun...
Apa yang terjadi...
Janjimu tak kau tepati satupun...
Apa yang terjadi pada presiden ini...

Wahai pemimpinku...
Berubahlah seperti dulu...
Agar bisa membanggakan aku...
Berubahlah pemimpinku...

[Muhammad Sulaiman Feroz]

Pantun "Buah Durian"

Buah durian buah kenanga
Sungguh enak jika dirasa
Berbaik budilah di dunia
Nanti berjumpa di alam sorga

Tegak perkasa gunung Himalaya
Terhampar luas samudra Pasifik
Janganlah anda merasa kaya
Sebelum jiwa raga tegak terdidik

[Muhammad Sulaiman Feroz]