Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Saturday, February 1, 2020

Resonansi - Tujuan Hidup Manusia

Sebagaimana kita telah ketahui bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Tuhan. Seseorang yang tengah menggapai tujuan hidup tersebut salah satunya tercermin melalui akhlak yang dilakukannya atau diperlihatkannya setiap hari. Akhlak inilah yang menjadi alasan Rasulullah s.a.w. diutus.
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.
H.R. Baihaqi
Seorang manusia menjalankan akhlaknya mulai dari sebuah kehendak. Melalui akalnya, seseorang ingin melakukan sebuah kebaikan maupun kejahatan berawal dari kehendaknya. Di atas itu, Tuhan juga memiliki kehendak (iradah). Dia sang Maha Berkehendak. Tujuan hidup manusia dapat dicapai dengan cara mengatur kehendaknya sedemikian rupa sehingga kehendak Tuhan tercermin dalam akhlak manusia tersebut. Jadi, kehendak manusia terhubung dengan kehendak Tuhan.

Kehendak manusia yang terhubung dengan kehendak Tuhan dapat digambarkan dalam skema forced damped oscillation berikut.

skema forced damped oscillation
Pada skema tersebut, sebuah

Monday, January 27, 2020

Teori Hidup Ideal

Kita dilahirkan ke dunia ini membawa sebuah tujuan, goal, yang harus dicapai. Apa tujuan hidup kita? Menjadi sukses, kaya, sejahtera? Itu memang menjadi hal yang selalu dikejar oleh manusia pada umumnya. Tapi ingatlah bahwa tujuan hidup manusia adalah menjadi hamba yang berkualitas, hamba yang sebenar-benarnya untuk Allah Ta'ala, Tuhan kita. Bahasa kerennya adalah beribadah.
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
Q.S. Az Zariyat : 57
Secara teori, beribadah kepada Allah Ta'ala adalah hal yang mudah. Kita cukup meningkatkan hubungan yang baik kepada Allah Ta'ala (hablumminallah) dan sesama manusia (hablumminannas). Kedua aspek ini harus seimbang, sehingga dapat kita tuliskan persamaan kesetimbangan amalan ideal sebagai
Nhablumminallah = Nhablumminannas
di mana Nhablumminallah adalah

Friday, February 8, 2019

Qadian The Blessing Land - The Days (Chapter 5)

The day was coming. The day when our purpose for coming here would be fulfilled. The day when the oldest historical event was held again. That was the day of the 124th Jalsa Salana Qadian. About 19 thousand people around the world gathered to listen to spiritual lectures and seek blessings.

That morning at 9 a.m. people walked passing through the thick haze toward a vast grassland that had been built a podium of jalsa, rolled out carpets, installed chairs, and other attributes that were support for the jalsa. The visibility was about 5 ‘till 10 meters I assumed. The air was still cold, I saw my smartphone showed me off number 7 in Celsius

Friday, February 1, 2019

Qadian The Blessing Land - Brotherhood (Chapter 4)

If you ever see the presenter of the MTA (Muslim Television Ahmadiyya) 3 or MTA 3 Al Arabiya - special MTA channel for the Middle East - who is usually wearing Arabic typical clothes. Or, hear the voice of videos in the official account of MTA in Instagram, youtube, or MTA 3 channel itself, it is Mr. Aiman’s contributions. I met him. He was big, it is usual that Palestine people are bigger than the Indonesian one.


The MTA 3

In our talks, he asked a question that, did I take a covenant of bai’at or had I been Ahmadi since I was born. He was surprised as he knew that I am an

Monday, January 28, 2019

Qadian The Blessing Land - The Boiling Sound (Chapter 3)

I woke up at 02.30 a.m. that morning. Releasing from the double blankets I used. The cold air pierced deep into my bones. It seemed like it was the coldest peak of my days in Qadian. I, with several fellows, went out toward the Mubarak Mosque, the Baituz-Dzikr.

The sky was still dark, no one along the street, quiet, there were only security officers gathering around a bonfire. In Baituz-Dzikr, I came to perform prayer in the Baitud-Dua - a small room as a particular place where Hz. Masih Mau’ud prayed. I came to Baitul-Fikr, a special historical room for writing - absolutely by Hz. Masih Mau’ud. I also visited Baitur-Riyadhah and other historical blessing rooms. Trying how solemn to pray

Tuesday, September 12, 2017

Muhasabah : Jalan Hijrah setiap Hari

Peradaban manusia tengah berkembang dan semakin maju. Namun, saat ini peradaban itu ternyata tidak menjamin kemajuan akhlak manusia. Kita bisa melihatnya melalui angka kejahatan yang dapat dianggap sebagai akhlak terburuk yang ada dalam masyarakat. Badan Pusat Statistik menyatakan jumlah kejahatan pada 2015 mencapai 352.936. Bahkan tiga tahun terakhir menunjukkan kurva kenaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, keadaan akhlak tersebut dapat kita saksikan secara nyata. Berbicara kotor misalnya, merebak di sekitar kita. Memandang sesuatu yang tidak senonoh, begitu mudahnya sehingga memerlukan perjuangan keras untuk menjauhinya. Apalagi saat ini informasi sangat mudah

Wednesday, June 21, 2017

Lagu Lir-ilir dan Nubuwatan Terselubung

Lir-ilir, lir-ilir, tandure wes sumilir
(Bangunlah, bangunlah, tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
(Demikian menghijau dikira pengantin baru)

Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
(Anak gembala, anak gembala, panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
(Walaupun licin, tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaian)

Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggir
(Pakaian, pakaian, terkoyak-koyak di bagian samping)
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore
(Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore)

Mumpung pandhang rembulane, mumpung jembar kalangane
(Mumpung bulan bersinar terang, mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak hiyo
(Bersoraklah dengan sorakan iya)

Lir-ilir merupakan lagu ciptaan Raden Said pada abad ke-14. Raden Said merupakan salah satu

Saturday, December 3, 2016

Estetika Sejati Islam, antara Ada dan Tiada

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Mengutip situs berita republika, Indonesia berada pada peringkat pertama negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dengan presentase jumlah populasi muslim hingga 12,7 persen dari populasi dunia. Badan Pusat Statistik melaporkan hasil sensus penduduk tahun 2010 bahwa dari kurang lebih 237 juta jiwa, terdapat sekitar 207 juta pemeluk agama Islam. Berarti, sedikitnya 87% penduduk Indonesia adalah muslim.


Akan tetapi, tingginya jumlah tersebut tidak sebanding dengan tingginya kualitas estetika akhlak yang dimiliki, terutama remaja. Kasus-kasus yang terjadi sangat memprihatinkan. Menurut data Neta S

Monday, October 17, 2016

Prof. Abdus Salam

Muhammad Abdus Salam lahir di Jhang, Punjab, sebuah kota kecil di Pakistan, pada tanggal 29 Januari 1926. Ayahnya ialah pegawai dalam Dinas Pendidikan dalam daerah pertanian. Keluarga Abdus Salam mempunyai tradisi pembelajaran dan alim.

Prof. Abdus Salam

Ia besar dalam dua kehidupan yang berbeda dan bertolak belakang. Di satu sisi, dia menjadi manusia yang sangat taat pada agama dan menemukan pembenaran di dalam Alquran yang senantiasa mengilhami dasar pikiran karya keilmiahannya. Pada sisi lain, ia adalah seorang politisi yang menjunjung tinggi asas kemuliaan serta