Lir-ilir, lir-ilir, tandure wes sumilir
(Bangunlah, bangunlah, tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
(Demikian menghijau dikira pengantin baru)
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
(Anak gembala, anak gembala, panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
(Walaupun licin, tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaian)
Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggir
(Pakaian, pakaian, terkoyak-koyak di bagian samping)
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore
(Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore)
Mumpung pandhang rembulane, mumpung jembar kalangane
(Mumpung bulan bersinar terang, mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak hiyo
(Bersoraklah dengan sorakan iya)
Lir-ilir merupakan lagu ciptaan Raden Said pada abad ke-14. Raden Said merupakan salah satu