Once, I was 18, I wrote :
When I was a child, I felt so happy that I was born in this era. “How beautiful and peaceful it is that I live not in the past!” 'Cause my teacher taught me about history that there were many wars in the past.
My feelings changed when I grew mature. I opened my eyes against the world, saw everything that really happening. Persecutions, conflicts, clearly still happening everywhere.
This is felt very clear when an incident occurred to me. That is the time when a mosque where I usually use it to pray attacked and
Showing posts with label Essay. Show all posts
Showing posts with label Essay. Show all posts
Sunday, March 8, 2020
Tuesday, September 12, 2017
Muhasabah : Jalan Hijrah setiap Hari
Peradaban manusia tengah berkembang dan semakin maju. Namun, saat ini peradaban itu ternyata tidak menjamin kemajuan akhlak manusia. Kita bisa melihatnya melalui angka kejahatan yang dapat dianggap sebagai akhlak terburuk yang ada dalam masyarakat. Badan Pusat Statistik menyatakan jumlah kejahatan pada 2015 mencapai 352.936. Bahkan tiga tahun terakhir menunjukkan kurva kenaikan.
Dalam kehidupan sehari-hari, keadaan akhlak tersebut dapat kita saksikan secara nyata. Berbicara kotor misalnya, merebak di sekitar kita. Memandang sesuatu yang tidak senonoh, begitu mudahnya sehingga memerlukan perjuangan keras untuk menjauhinya. Apalagi saat ini informasi sangat mudah
Monday, August 28, 2017
Visualisasi Sains
Indonesia merupakan negara yang memiliki aset berharga yang sangat berlimpah. Tidak hanya sumber daya alamnya, namun juga sumber daya manusianya. Menurut sensus tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237 juta jiwa.
Secara kuantitas, jumlah tersebut amat tinggi. Idealnya, aset tersebut harus memiliki kualitas yang tinggi pula. Sebagaimana yang dikutip dari UNESCO Science Report 2010, kunci kejayaan suatu bangsa atau negara dalam era globalisasi terletak pada
Thursday, June 22, 2017
IP Itu ko' Subjektif ya?
Cerita IP di akhir semester, dosen beda, kelas beda, nilai beda.
Akhir semester adalah waktu dimana mahasiswa meluapkan kebahagiaannya. Ada yang berencana untuk liburan, pulang kampung, atau meluapkan kebahagiaan hasil jerih payah, penat, dan kesibukan dengan kegiatan lainnya. Akan tetapi, ada satu hal yang masih menjadikan hati para mahasiswa menjadi gelisah. Hal tersebut adalah IP dan IPK yang akan dikeluarkan oleh dosen. (Untuk temen-temen yang masih siswa kalo blom tau IP dan IPK, IP dan IPK adalah ... cari tau sendiri dari sumber mana saja, orang tua, kakak, guru, google, dll, bebas). IP dan IPK tampak seperti penimbangan amalan apakah kamu masuk surga atau neraka, hanya untuk orang yang merasa seperti itu.
Wednesday, June 21, 2017
Lagu Lir-ilir dan Nubuwatan Terselubung
Lir-ilir, lir-ilir, tandure wes sumilir
(Bangunlah, bangunlah, tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
(Demikian menghijau dikira pengantin baru)
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
(Anak gembala, anak gembala, panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
(Walaupun licin, tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaian)
Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggir
(Pakaian, pakaian, terkoyak-koyak di bagian samping)
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore
(Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore)
Mumpung pandhang rembulane, mumpung jembar kalangane
(Mumpung bulan bersinar terang, mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak hiyo
(Bersoraklah dengan sorakan iya)
(Bangunlah, bangunlah, tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
(Demikian menghijau dikira pengantin baru)
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
(Anak gembala, anak gembala, panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
(Walaupun licin, tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaian)
Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggir
(Pakaian, pakaian, terkoyak-koyak di bagian samping)
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore
(Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore)
Mumpung pandhang rembulane, mumpung jembar kalangane
(Mumpung bulan bersinar terang, mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak hiyo
(Bersoraklah dengan sorakan iya)
Lir-ilir merupakan lagu ciptaan Raden Said pada abad ke-14. Raden Said merupakan salah satu
Friday, June 2, 2017
Pabrik Pengolah Sampah dengan Pemanasan Plasma
Sebuah harapan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan status bebas sampah pada 2030 nanti, bukanlah sebuah harapan yang tidak mungkin. Indonesia akan menyamai negara-negara terbersih di dunia. Akan tetapi, mencapainya memerlukan penyelesaian masalah kebersihan yang tuntas. Permasalahan sampah adalah salah satunya, yang juga merupakan pekerjaan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu untuk menggapai harapan tersebut.
Saat ini, permasalahan sampah plastik merupakan masalah yang lebih serius untuk diselesaikan. Karena pada tahun 2015, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut. Selain itu upaya-upaya dari pemerintah dari segi sosial dan non-sosial terus digencarkan. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, diperlukan peningkatan kualitas penanggulangan sampah. Salah satunya ialah dengan dikembangkannya teknologi pengolah sampah yang disebut dengan pirolisis.
Friday, January 27, 2017
Alasan Mengapa Memasak dengan Tungku Tradisional Terasa Lebih Lezat
Orang pernah bilang katanya masakan yang sekarang nggak kaya' dulu. "Dulu mah lebih enak, masih tradisional." "Sekarang masaknya pake kompor, nggak kaya' dulu pake tungku, apinya beda." Pernah mengalami hal seperti itu bukan? Pernahkah teman-teman mendengarnya?
Memangnya kenapa sih masakan dahulu yang lebih konvensional terasa lebih lezat daripada masakan sekarang? Apakah karena bahannya? Racikan bumbunya? Atau pemasaknya? Mungkinkah alat-alatnya? Atau bisa juga cara memasaknya yang berbeda?
Pernahkah hari-hari ini teman-teman mencoba masakan yang dimasak di atas tungku? Rasanya lebih gurih bukan? Atau teh yang dipanaskan di atas tungku, lebih joss bukan? Sensasi tradisional memang membuatnya lebih mantap.
Monday, January 2, 2017
Memurnikan Bangsa dari Pencemaran Ekstremisme-Radikalisme Agama
Suatu waktu, penulis berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa tentang negara dan agama. Seorang teman menerangkan bahwa pembelaan agama adalah mutlak. “Agama dibuat oleh Tuhan, negara dibuat oleh manusia, sekarang pilihan utama yang mana? Yang dibuat oleh Tuhan atau yang dibuat oleh manusia? Kita harus membela agama Tuhan dan memerangi siapapun yang menentangnya. Inilah perjuangan.” Lalu ada salah satu orang teman lainnya menyela, “Itu berarti agama dan negara harus satu. Supaya kita membela agama sekaligus membela negara.”
Radikalisme diartikan sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan sosial dan politik dengan cara keras atau drastis dan sikap ekstrem. Sedangkan ekstremisme merupakan paham yang rela melakukan apapun untuk mencapai suatu tujuan. Ekstremisme-radikalisme secara
Sunday, October 30, 2016
Sederhana Menarik Ketentraman
Program Tahrik
Jadid bukanlah sekedar program mengisi perjanjian dan melunasinya. Pada awal
dibentuknya program ini oleh Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a.,
Jemaat Ahmadiyah berada dalam keadaan yang genting, pihak luar sedang
gencar-gencarnya membubarkan Ahmadiyah. Di tengah kepungan yang luar biasa,
Jemaat Ahmadiyah justru memulai upaya besar dalam menyebarkan ajarannya. Dalam
program ini dicanangkan berbagai tuntutan untuk hidup sederhana, mengorbankan
harta, mewaqafkan waktu untuk jemaat, dll. Tuntutan tersebut demikian
pentingnya bagi terbiyat, kemajuan ruhani dan peningkatan standar pengorbanan.
Dari sekian tuntutan, hal yang menjadi dasar program ini adalah pengorbanan dan
hidup sederhana.
“Tahrik Jadid itu bukan hanya identik dengan
pengorbanan harta sebagai modal untuk melancarkan pertablighan di seluruh dunia
belaka. Melainkan Tahrik Jadid itu merupakan
Wednesday, October 5, 2016
Tulisan 24 Juli 2011
Pergaulan Era Kini
Hal yang menjadi permasalahan besar bagi Jemaat di era global saat ini adalah pergaulan yang terlalu bebas. Barangkali kita rasa sangat sulit untuk menghindarinya. Tetapi, walau bagaimanapun juga kita harus berusaha sekuat mungkin untuk menghindari masalah ini, demi kemajuan Jemaat dan rohani kita.
Kita bisa melihat bagaimana seseorang dengan mudahnya bergaul dengan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Kemungkinan, ini selain karena tanda akhir zaman dan kiamat, juga karena era globalisasi ini. Dimana pada era ini, segalanya serba modern, dan tak heran pula jika seseorang dapat bergaul dengan mudahnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)